Selasa, 20 Desember 2011

Indofood tata cara dan etika-etika dalam proses kontrol pasar

VIVAnews - Dugaan perang dagang di balik larangan peredaran Indomie di Taiwan kian merebak. Apalagi, Taiwan sesungguhnya merupakan pasar Indomie sejak lama. 

"Produk Indomie sudah 20 tahun dijual di Taiwan. Kok tiba-tiba ada masalah," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Selasa, 12 Oktober 2010.  

Sejumlah pengusaha juga mensinyalir adanya perang dagang dibalik larangan Indomie di Taiwan. Sebut saja misalnya yang disampaikan oleh pengusaha nasional, Rahmat Gobel. 

Menurut Gobel, pelarangan Indomie merupakan korban dari persaingan perdagangan global."Negara kompetitor menggunakan isu kesehatan untuk melindungi produk dalam negeri mereka," ujarnya. 

Lantas bagaimana tanggapan produsen Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, atas dugaan perang dagang tersebut?

"Kami belum bisa menyatakan itu perang dagang. Namun, memang benar ini adalah bagian dari kenyataan perdagangan global dan problematikanya," kata Franciscus Welirang, Komisaris PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dalam pesan singkat kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 13 Oktober 2010. 

Semestinya, Franky mengingatkan jika mitra dagang adalah sahabat, maka dalam hubungan dagang, ada tata cara dan etika-etika dalam proses kontrol pasar. "Jadi, mereka tidak membuat pernyataan yang mendeskreditkan partner dagangnya," ujar Franky yang juga menjabat sebagai Direktur di induk usaha, PT Indofood Sukses Makmur tersebut.


info: http://bisnis.vivanews.com/news/read/182599-apa-kata-indofood-soal-perang-dagang-indomie

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar